.png)
PENERBIT IRFANI, JAKARTA – Penerbit Irfani menyelenggarakan diskusi literasi bertajuk Kajian Daring Ramadan (KADAR) Sesi 3 pada Selasa (17/3/2026). Kegiatan ini menghadirkan Pemimpin Redaksi Rahma.ID sekaligus aktivis perempuan, Mona Atalina, sebagai narasumber untuk membedah peran strategis perempuan dalam dunia literasi.
Dalam diskusi yang dipandu oleh moderator Rafa Basyirah tersebut, Mona menekankan bahwa literasi bagi perempuan merupakan sebuah misi profetik yang harus dimulai dari rumah. Menurutnya, rumah adalah madrasah pertama di mana seorang ibu berperan sebagai kurator informasi bagi anak-anaknya di tengah gempuran distraksi digital.
"Literasi bukan hanya soal membaca buku, tapi bagaimana kita mampu memahami situasi yang kita hadapi. Ibu yang literat akan meningkatkan peluang pendidikan anak secara signifikan," ujar Mona.
Namun, Mona juga menyoroti sejumlah tantangan besar yang dihadapi perempuan Indonesia saat ini, salah satunya adalah masalah ekonomi. Ia memaparkan bahwa harga buku berkualitas di Indonesia masih tergolong mahal jika dibandingkan dengan biaya hidup harian. "Harga satu buku berkualitas bisa mencapai Rp125.000. Bagi banyak orang, itu setara dengan lima kali jatah makan," tambahnya.
Ahmad Soleh, selaku pendiri Penerbit Irfani, menjelaskan bahwa agenda ini merupakan bentuk komitmen dalam menyebarkan ilmu pengetahuan.
"Kajian ini bermaksud mewadahi para pakar untuk berbagi dan bagi orang-orang yang mau belajar. Dengan memanfaatkan waktu di akhir Ramadan, semoga kegiatan ini membawa dampak positif dan manfaat bagi kehidupan secara luas," ungkapnya.
Sebagai aksi nyata, Mona merekomendasikan sekaligus membagikan sejumlah buku referensi penting bagi para peserta. Beberapa di antaranya adalah buku Perempuan Menggugat Al-Quran Menjawab yang mengulas kekritisan perempuan dalam Al-Qur'an, Tafsir Perempuan karya Asghar Ali Engineer, serta Feminisme Muslim di Indonesia.
Selain tema gender, ia juga menyarankan buku Berbahasa Indonesia dengan Logis dan Gembira karya Iqbal Aji Daryono untuk meningkatkan kemampuan menulis, serta buku Iqbal lainnya berjudul Sapiens di Ujung Tanduk untuk memahami karakter lintas generasi, termasuk Generasi Z.
.png)