PENERBIT IRFANI - Arus globalisasi, modernisasi, dan urbanisasi yang pesat membuat anak-anak yang tumbuh di lingkungan masyarakat urban kian jauh dari alam dan tradisi budayanya sendiri. Oleh karena itu, pengenalan serta pembiasaan nilai-nilai ekologis dan budaya sejak dini menjadi langkah strategis untuk membentuk pribadi yang bertanggung jawab, empati, serta bangga pada warisan bangsanya. Green behaviour, atau yang dapat diterjemahkan sebagai "karakter ekologis", apabila ditanamkan sejak usia dini akan membantu anak memahami interaksi harmonis antara manusia dan lingkungan sekitarnya. Melalui pembiasaan sederhana seperti memilah sampah, menghemat air, merawat tanaman, hingga mengamati ekosistem sekitar, anak belajar menghargai keanekaragaman hayati sekaligus menumbuhkan empati dan kepedulian sosial melalui proses belajar langsung (hands-on learning).
Pada sisi lain, penanaman identitas budaya sejak dini berfungsi sebagai penambat moral dan sosial bagi anak dalam menghadapi arus globalisasi, misalnya melalui pengenalan alat dan teknik memainkan Gambang Kromong sebagai penciri masyarakat Betawi, sehingga menumbuhkan kebanggaan pada budaya lokal di tengah gempuran budaya global. Melalui peran aktif keluarga, institusi pendidikan, serta komunitas sekitar, integrasi penanaman green behaviour dan identitas seni budaya sejak usia dini di sekolah dasar menjadi investasi jangka panjang bagi keberlanjutan bangsa dan lingkungan, sehingga generasi yang mencintai lingkungan dan budayanya kelak mampu membawa kemajuan yang selaras dengan prinsip kelestarian alam dan keharmonisan sosial.
Identitas Buku
Judul: Green Behaviour dan Pelestarian Budaya Lokal; Perspektif Pendidikan Karakter pada Sekolah Dasar di Lingkungan Masyarakat UrbanPenulis: Prof. Dr. Otib Satibi Hidayat, M.Pd., Ananda Mutiara Aulia, S.Pd., M.Pd., Intan Sabrina, S.Pd., dan Devi Permatasari, S.Pd.
Editor: Burhan Ramadhani
Penata Letak: Johny BR
Desain Sampul: Johny BR
Cetakan I, Oktober 2026
Ukuran: 15x23 cm
Tebal: ix + 90 halaman
ISBN: -
.png)